Abstract:
Dakwah merupakan upaya mengajak umat manusia ke jalan Allah SWT
secara bijak (bil hikmah) untuk mencapai kebahagiaan dunia dan akhirat. Era
modern ini, efektivitas dakwah tidak hanya bergantung pada kedalaman materi,
tetapi sangat ditentukan oleh strategi komunikasi yang digunakan. Banyak
kegiatan keagamaan di masjid yang masih sepi peminat, didominasi oleh
golongan lansia, atau kurang diminati oleh kalangan muda dan masyarakat umum.
Rendahnya partisipasi ini seringkali disebabkan oleh, antara lain: Penyampaian
dakwah yang dianggap monoton dan kaku, kurangnya pemanfaatan media
komunikasi modern (media sosial) dan program kegiatan yang tidak relevan
dengan kebutuhan aktual masyarakat. Pembatasan masalah dalam penelitian ini,
yakni; bagaimana gambaran ―Strategi Komunikasi Dakwah Perhimpunan Remaja
Masjid - Dewan Masjid Indonesia (PRIMA-DMI) Kota Langsa Dalam
Meningkatkan Partisipasi Masyarakat Terhadap Kegiatan Keagamaan‖ Metode
penelitian yang digunakan yaitu metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif.
Pendekatan ini merupakan jenis penelitian yang dilakukan dalam setting tertentu
dengan tujuan untuk menginvestigasi dan memahami fenomena secara mendalam.
Penelitian kualitatif berfokus pada penyajian gambaran naratif mengenai aktivitas
dakwah yang dijalankan, bentuk strategi komunikasi yang digunakan, serta
dampak dari strategi tersebut terhadap partisipasi masyarakat dalam kegiatan
keagamaan. Hasil penelitian mengenai Strategi Komunikasi Dakwah
Perhimpunan Remaja Masjid Kota Langsa Dalam Meningkatkan Partisipasi
Masyarakat dapat disimpulkan bahwa: PRIMA-DMI Kota Langsa berhasil
memadukan komunikasi langsung dan digital dalam menyampaikan dakwah,
sehingga menjangkau berbagai kalangan, terutama remaja masjid. Bahwa
penyusunan pesan dakwah jelas, persuasif, dan relevan dengan kehidupan sehari
hari membuat pesan lebih mudah dipahami dan diterima oleh komunikan (mad’u).
Bahwa komunikator (da’i) memiliki peran penting dalam menyampaikan pesan
secara efektif. Kenyataan menunjukan partisipasi anggota dalam pengambilan
keputusan dan evaluasi meningkatkan kualitas program, menumbuhkan rasa
tanggung jawab, dan kegiatan lebih tepat sasaran.