| dc.description.abstract |
Kanker merupakan salah satu penyebab kematian tertinggi di Indonesia
dengan 396.914 kasus baru dan 234.511 kematian per tahun. Tingginya angka
kematian disebabkan keterlambatan deteksi dan rendahnya kesadaran masyarakat.
Di Kota Medan, mayoritas kasus ditemukan pada stadium lanjut. Yayasan Praktisi
Kesehatan Nasional (YPKN) Medan hadir sejak 2018 dengan program deteksi dini
kanker berbasis community outreach. Penelitian ini bertujuan menganalisis
penyampaian pesan kesehatan dan pemanfaatan saluran komunikasi oleh Relawan
YPKN Medan. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan
pengumpulan data melalui wawancara mendalam terhadap lima informan (relawan
bersertifikat, dokter relawan, partisipan penyuluhan, cancer survivor, dan tokoh
masyarakat) serta analisis data menggunakan reduksi data, penyajian data, dan
penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan penyampaian pesan
kesehatan dilakukan sistematis melalui koordinasi stakeholder, analisis audiens,
materi terstandarisasi, teknik komunikasi adaptif yang menghindari jargon medis,
dan evaluasi berkelanjutan. Komunikator terdiri dari profesional kesehatan dan
relawan bersertifikat yang memberikan dimensi emosional. Pemanfaatan saluran
komunikasi menggunakan pendekatan multi-channel: media visual (ilustrasi, video,
PowerPoint, manekin), kolaborasi fasilitas kesehatan lokal, dan komunikasi
interaktif dua arah. Program menunjukkan peningkatan kesadaran masyrakat yang
sebelumnya memiliki pemahaman terbatas mengenai deteksi dini kanker, terbukti
dari perubahan perilaku konkret seperti kesediaan pemeriksaan IVA test, pap smear,
SADARI, dan pemberian vaksin HPV. Strategi community outreach YPKN Medan
merupakan model efektif yang dapat menjadi rujukan program serupa di Indonesia. |
en_US |