Abstract:
Turbin uap adalah salah satu jenis turbin, Dimana Turbin uap termasuk dalam
kelompok pesawat-pesawat konversi energy potensial uap menjadi energy
mekanik pada poros turbin uap. Poros turbin uap langsung atau dengan bantuan
roda gigi reduksi dihubungkan dengan mekanisme yang digerakkan. Penelitian ini
bertujuan untuk menganalisis tingkat vibrasi pada mesin turbin uap berdasarkan
standar ISO 10816-3 serta mengidentifikasi pengaruh variasi beban operasional
terhadap nilai vibrasi. Pengukuran dilakukan pada empat titik bearing, yaitu
bearing pinion 1, bearing pinion 2, bearing bull gear 1, dan bearing bull gear 2
pada posisi vertikal dan horizontal. Metode yang digunakan adalah pengukuran
langsung menggunakan alat vibration meter serta pengolahan data log sheet
operator selama turbin beroperasi pada berbagai beban. Parameter yang diamati
adalah nilai kecepatan getaran (velocity RMS) dalam satuan mm/s. Hasil penelitian
menunjukkan bahwa nilai vibrasi pada seluruh titik pengukuran masih berada
dalam batas aman menurut standar ISO 10816-3 untuk mesin kategori Group 1
dengan pondasi rigid. Nilai vibrasi tertinggi ditemukan pada bearing pinion 2,
namun masih berada pada zona operasi normal. Selain itu, peningkatan beban
operasional menunjukkan kecenderungan peningkatan nilai vibrasi, meskipun
tidak signifikan terhadap kondisi keseluruhan mesin. Dengan demikian,
monitoring vibrasi secara berkala sangat penting untuk menjaga keandalan turbin
dan mencegah terjadinya kerusakan dini pada komponen mesin.