| dc.description.abstract |
Standar kecantikan di Indonesia sering kali membatasi perempuan dalam
mengekspresikan diri, karena kecantikan kerap didefinisikan sebagai berkulit putih,
bertubuh kurus, dan berambut lurus. Padahal, kecantikan sejati berkaitan dengan
penerimaan diri (self-acceptance). Film Imperfect menggambarkan pengalaman
seorang perempuan dengan penerimaan diri yang kuat, namun tetap menghadapi
berbagai perlakuan tidak ramah akibat adanya beauty privilege. Penelitian ini
bertujuan untuk mengetahui struktur narasi film Imperfect berdasarkan alur cerita
menit ke menit. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan
pendekatan deskriptif naratif. Analisis data dilakukan naratif struktur Tzvetan
Todorov dimodifikasi oleh Nick Lacey dan Gillespie. Teknik pengumpulan data
dilakukan melalui observasi dengan menonton film secara langsung serta
pengumpulan dokumen dan literatur yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan
lima tahapan struktur narasi, yaitu keseimbangan awal, gangguan, pengakuan
gangguan, upaya perbaikan, dan keseimbangan baru yang terbangun secara runtut
dalam film. |
en_US |