| dc.description.abstract |
Fenomena yang melatarbelakangi penelitian ini adalah masih adanya ketimpangan
pembangunan desa di Indonesia yang tercermin dari dominasi status desa
berkembang serta masih adanya desa tertinggal dan sangat tertinggal. Meskipun
pemerintah telah mengalokasikan berbagai instrumen fiskal seperti Dana Desa
(DD), Alokasi Dana Desa (ADD), dan Dana Alokasi Khusus (DAK), peningkatan
status desa belum merata secara optimal. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan
untuk menganalisis pengaruh Dana Desa, Alokasi Dana Desa, dan Dana Alokasi
Khusus terhadap Indeks Desa Membangun (IDM) di Indonesia selama periode
2015–2024. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif
dengan analisis regresi linier berganda. Data yang digunakan merupakan data
sekunder yang diperoleh dari Badan Pusat Statistik (BPS), Kementerian Desa, dan
Kementerian Keuangan. Variabel independen dalam penelitian ini meliputi Dana
Desa (DD), Alokasi Dana Desa (ADD), dan Dana Alokasi Khusus (DAK),
sedangkan variabel dependen adalah Indeks Desa Membangun (IDM). Hasil
penelitian menunjukkan bahwa secara simultan Dana Desa, Alokasi Dana Desa,
dan Dana Alokasi Khusus berpengaruh terhadap Indeks Desa Membangun di
Indonesia. Secara parsial, Dana Desa memiliki pengaruh positif dan signifikan
terhadap peningkatan IDM, karena berperan langsung dalam pembangunan
infrastruktur dan pemberdayaan masyarakat desa. Alokasi Dana Desa juga
berpengaruh positif dalam memperkuat kelembagaan dan pelayanan publik desa.
Sementara itu, Dana Alokasi Khusus berperan sebagai pendukung pembangunan
melalui peningkatan infrastruktur dan layanan dasar di daerah. Penelitian ini
menegaskan bahwa kebijakan fiskal desa memiliki peran penting dalam
mendorong peningkatan status desa dari tertinggal menjadi berkembang, maju,
hingga mandiri. Oleh karena itu, diperlukan optimalisasi pengelolaan dana serta
peningkatan kapasitas aparatur desa agar pembangunan desa dapat berjalan lebih
efektif dan berkelanjutan. |
en_US |