Abstract:
Pemasaran minyak kemiri di Desa Sulkam, Kecamatan Kutambaru, Kabupaten
Langkat masih bertumpu pada sistem konvensional melalui jalur pengepul dan mulut
ke mulut, sehingga menghambat akses pasar dan berdampak pada rendahnya nilai
jual yang diterima produsen. Penelitian ini bertujuan menganalisis dampak destruktif
digitalisasi terhadap pemasaran minyak kemiri serta tingkat kesiapan masyarakat
dalam beradaptasi terhadap perubahan teknologi digital. Penelitian menggunakan
pendekatan kualitatif deskriptif berbasis studi kasus dengan purposive sampling
terhadap lima informan pelaku usaha minyak kemiri, pengumpulan data melalui
wawancara semi-terstruktur dan Focus Group Discussion (FGD), serta teknik analisis
data menggunakan analisis tematik dengan bantuan perangkat lunak NVivo. Hasil
penelitian menunjukkan bahwa digitalisasi membawa dampak destruktif terhadap
sistem pemasaran tradisional melalui proses creative destruction, di mana sistem
konvensional berbasis jalur pengepul dan pemasaran dari mulut ke mulut mengalami
penurunan relevansi dan daya saing terhadap sistem pemasaran digital yang lebih
efisien. Di sisi lain, digitalisasi membuka peluang perluasan akses pasar, peningkatan
efisiensi distribusi, dan pengurangan ketergantungan terhadap rantai distribusi
konvensional. Masyarakat Desa Sulkam menunjukkan kesiapan untuk beradaptasi,
tercermin dari keinginan kuat pelaku usaha untuk beralih ke pemasaran digital,
meskipun masih terkendala keterbatasan literasi digital dan infrastruktur internet
yang tidak stabil serta belum tersedianya program pelatihan dan pendampingan.