| dc.description.abstract |
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya kepercayaan diri siswa tunarungu
akibat keterbatasan komunikasi verbal yang memengaruhi interaksi sosial dan
proses pembelajaran. Guru memiliki peran penting dalam membangun
kepercayaan diri siswa melalui strategi komunikasi yang sesuai dengan kebutuhan
visual siswa tunarungu. Rumusan masalah penelitian ini adalah bagaimana
strategi komunikasi guru melalui penerapan teori interaksi simbolik dalam
membangun kepercayaan diri siswa tunarungu di SLB Negeri Stabat. Penelitian
ini bertujuan untuk mengetahui strategi komunikasi guru, penerapan teori
interaksi simbolik, serta dampaknya terhadap kepercayaan diri siswa tunarungu.
Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan pendekatan studi
kasus. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan
dokumentasi, sedangkan teknik analisis data menggunakan model Miles dan
Huberman yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru menerapkan strategi komunikasi
melalui penggunaan bahasa isyarat, simbol visual, ekspresi wajah, gerak tubuh,
serta penguatan positif yang konsisten. Penerapan teori interaksi simbolik terlihat
dari proses pemaknaan simbol, penggunaan bahasa sebagai alat interaksi, dan
penafsiran siswa terhadap respon guru. Strategi komunikasi tersebut mampu
meningkatkan kepercayaan diri siswa tunarungu, ditandai dengan keberanian
berinteraksi, berpendapat, dan berpartisipasi aktif dalam pembelajaran. Simpulan
penelitian ini menunjukkan bahwa strategi komunikasi guru melalui penerapan
teori interaksi simbolik berperan penting dalam membangun kepercayaan diri
siswa tunarungu di SLB Negeri Stabat. |
en_US |