| dc.description.abstract |
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya pemahaman siswa terhadap materi
vokasional tata busana di SMK yang dipengaruhi oleh kurang optimalnya proses
komunikasi antara guru dan siswa dalam pembelajaran . Kondisi ini menunjukkan
bahwa komunikasi pembelajaran memiliki peran penting dalam meningkatkan
partisipasi dan pemahaman siswa. Oleh karena itu, tujuan penelitian ini adalah
untuk mendeskripsikan bentuk komunikasi asertif yang digunakan guru serta
menganalisis perannya dalam meningkatkan pengetahuan vokasional siswa tata
busana di SMKN 10 Medan. Penelitian ini menggunakan teori komunikasi asertif
menurut Alberti dan Emmons yang menekankan penyampaian pesan secara tegas,
jujur, dan tetap menghargai orang lain sehingga mampu meningkatkan interaksi dan
kepercayaan diri siswa. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan
kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara,
dan dokumentasi . Hasil penelitian menunjukkan bahwa komunikasi asertif guru
berperan penting dalam menciptakan suasana belajar yang kondusif, meningkatkan
keberanian siswa dalam bertanya, serta memperbaiki pemahaman teori dan
keterampilan praktik seperti menjahit dan pembuatan pola . Selain itu, komunikasi
yang jelas, tegas, dan disertai umpan balik yang membangun mampu meningkatkan
partisipasi serta hasil belajar siswa, meskipun efektivitasnya dipengaruhi oleh
karakteristik individu siswa. Dengan demikian, komunikasi asertif guru memiliki
kontribusi signifikan dalam meningkatkan pengetahuan vokasional siswa tata
busana. |
en_US |