Abstract:
Aparatur Sipil Negara (ASN) memiliki peran penting dalam meningkatkan kualitas
pelayanan publik melalui kompetensi dan profesionalisme kerja. Pelaksanaan
program pelatihan ASN memerlukan strategi komunikasi yang efektif agar
informasi, materi, serta tujuan pelatihan dapat dipahami secara optimal oleh peserta.
Komunikasi yang tidak terencana dengan baik dapat menyebabkan kesalahpahaman
informasi, rendahnya partisipasi peserta, serta menurunkan efektivitas pelaksanaan
pelatihan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui strategi komunikasi BPSDM
Provinsi Sumatera Utara dalam meningkatkan efektivitas program pelatihan
Aparatur Sipil Negara. Penelitian menggunakan metode kualitatif dengan
pendekatan deskriptif. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara
mendalam dan observasi non-partisipatif terhadap kepala bidang, widyaiswara,
serta admin Learning Management System (LMS) yang terlibat dalam pelaksanaan
pelatihan. Teknik analisis data menggunakan model Miles dan Huberman yang
meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian
menunjukkan bahwa strategi komunikasi dilakukan melalui perencanaan
komunikasi, penyusunan pesan, pemilihan media komunikasi, pelaksanaan
komunikasi dua arah, serta evaluasi komunikasi. Media yang digunakan meliputi
LMS, Zoom Meeting, dan WhatsApp Group. Strategi komunikasi yang terencana
mampu meningkatkan pemahaman peserta terhadap materi pelatihan serta
mendukung efektivitas pelaksanaan pelatihan ASN.