| dc.description.abstract |
Video musik di era digital telah berevolusi dari sekadar instrumen promosi menjadi
teks media kompleks yang mengonstruksi realitas sosial. Penelitian ini bertujuan
untuk menganalisis bagaimana penggunaan unsur found footage dalam video musik
"Kami Belum Tentu" karya .Feast digunakan untuk mengonstruksi narasi keresahan
terhadap realitas sosiopolitik di Indonesia. Keresahan dalam penelitian ini
didefinisikan sebagai respon kolektif masyarakat atas situasi yang tidak ideal, yang
dimanifestasikan melalui kritik terhadap isu pendidikan, moralitas, hingga korupsi
kekuasaan. Menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan metode analisis
narasi visual, penelitian ini membedah hubungan antara potongan arsip seperti
berita televisi, dokumentasi aksi massa, dan rekaman peristiwa nyata dengan lirik
satire yang provokatif. Melalui penerapan teknik montase intelektual Sergei
Eisenstein, ditemukan bahwa potongan visual yang terfragmentasi tidak hanya
disusun sebagai elemen estetika, melainkan sebagai instrumen naratif untuk
menciptakan kontradiksi emosional. Temuan penelitian menunjukkan bahwa .Feast
berhasil mengonstruksi narasi keresahan melalui teknik penyandingan visual yang
kontras, seperti membenturkan simbol nasionalisme dengan kegagalan institusi,
serta perilaku anti-sains dengan tuntutan kemajuan. Integrasi found footage dan
montase ini mengubah informasi arsip menjadi pesan ideologis yang kuat, menuntut
audiens untuk melakukan refleksi kritis terhadap kondisi bangsa. Penelitian ini
menyimpulkan bahwa video musik "Kami Belum Tentu" berperan sebagai medium
evaluasi sosial yang efektif, di mana found footage berfungsi sebagai bukti autentik
yang memperkuat legitimasi pesan kritik sosiopolitik band .Feast. |
en_US |