| dc.description.abstract |
Korosi adalah salah satu isu yang relevan dengan masalah perbandingan kompatibilitas biodiesel dengan berbagai jenis logam. Komposisi biodiesel mempengaruhi ketahanan korosi logam pada sirkuit bahan bakar. Biodiesel menjadi lebih korosif dengan kehadiran air dan asam lemak bebas. penelitian ini bertujuan untuk menganalisi pengaruh waktu perendaman terhadap laju korosi campuran minyak pirolisis plastik, biodiesel dan solar, Stainless steel 304 yang mungkin mengandung senyawa asam lemak bebas yang dapat mempercepat proses terjadi nya korosi. Dari hasil penelitian yang telah dilakukan, pengaruh waktu perendaman campuran bahan bakar terhadap laju korosi pada waktu perendaman 500 jam, B0 (Solar 100%), memiliki laju korosi terendah 0,001439391 mm/tahun , sedangkan laju korosi tertinggi pada 500 jam didapatkan pada B40 (Solar 60%, mpp+biodiesel 40%) 0,002630013 mm/tahun. Pada perendaman 2000 jam, menunjukkan kecenderungan nilai laju korosi yang mulai stabil, kenaikan dari 1500 ke 2000 jam sangat kecil, menunjukkan proses korosi mulai melambat, disebabkan oleh terbentuknya lapisan pasif atau produk korosi yang menutupi permukaan stainless steel dan menghambat reaksi lebih lanjut. Perbedaan laju korosi antara B0 0,000235 mm/tahun dan B40 (Solar 60%, mpp+biodiesel 40%) 0,000349 mm/tahun. Dari hasil pengamatan uji SEM pada Stainless steel, dapat disimpulkan bahwa waktu perendaman Stainless steel 304 dalam campuran solar, biodiesel, dan minyak pirolisis memberikan pengaruh nyata terhadap morfologi permukaan. hal ini sejalan dengan hasil uji laju korosi sebelumnya, di mana peningkatan kandungan biodiesel dan minyak pirolisis menyebabkan kenaikan laju korosi Stainless steel. |
en_US |