Abstract:
Penelitian ini mengkaji strategi komunikasi DPD Partai Gerindra Sumatera Utara
dalam membangun citra politik di kalangan penyandang disabilitas melalui
pendekatan kualitatif deskriptif. Penelitian dilakukan di Kantor DPD Partai
Gerindra Sumatera Utara, Jalan Jenderal Sudirman No. 36, Medan Polonia,
dengan teknik pengumpulan data berupa wawancara semi-struktural terhadap
pengurus partai, observasi langsung, dan analisis dokumen. Strategi komunikasi
yang diterapkan mencakup elemen proses komunikasi yang komprehensif,
meliputi pemilihan komunikator kredibel dari kalangan pengurus partai,
penyusunan pesan politik sederhana dan inklusif yang menekankan kepedulian
terhadap hak-hak disabilitas sesuai UU No. 8 Tahun 2016, pemanfaatan media
digital seperti Instagram, Facebook, dan YouTube dengan adaptasi aksesibilitas
seperti subtitle serta bahasa isyarat, serta penciptaan efek komunikasi bertahap
pada tingkat kognitif (pengetahuan), afektif (sikap positif), dan konatif (partisipasi
aktif). Selain itu, strategi melibatkan interaksi langsung dan berkelanjutan dengan
komunitas seperti PERTUNI selama lebih dari 15 tahun, penyelenggaraan
kegiatan sosial seperti peringatan Hari Disabilitas Internasional, konsolidasi
internal melalui rapat kerja teknis (Rakernis) bersama DPC dan DPRD, serta
penindaklanjuti aspirasi masyarakat disabilitas melalui jaringan legislatif partai
untuk memastikan responsivitas. Pendekatan ini bertujuan membentuk citra
politik positif sebagai partai yang peduli, terbuka bagi semua kalangan tanpa
diskriminasi, dan responsif terhadap kebutuhan khusus, sehingga meningkatkan
legitimasi, kepercayaan, serta partisipasi politik penyandang disabilitas di tengah
tantangan akses informasi dan representasi yang masih terbatas. Hasil penelitian
menunjukkan efektivitas komunikasi dua arah ini dalam memperkuat posisi
Gerindra sebagai pilar demokrasi inklusif di Sumatera Utara pasca-Pemilu 2024,
dengan simpulan bahwa strategi tersebut berhasil meskipun memerlukan
peningkatan konsistensi, dan saran berupa pertemuan rutin, pengembangan konten
lebih ramah disabilitas, serta kolaborasi lebih luas untuk inklusivitas politik
berkelanjutan.