| dc.description.abstract |
Perkembangan teknologi digital dan media sosial telah mempermudah masyarakat
dalam memperoleh informasi, namun juga menimbulkan berbagai permasalahan
baru salah satunya meningkatnya kasus penipuan online. Iklan layanan masyarakat
menjadi salah satu media komunikasi yang digunakan untuk meningkatkan
kesadaran masyarakat terhadap bahaya penipuan online. Penelitian ini bertujuan
untuk menganalisis dan membandingkan representasi visual dalam iklan layanan
masyarakat “Peka Lawan Penipuan Online” pada kanal youtube Happyinc.Pro dan
“Samaran” pada kanal youtube Bea Cukai Juanda. Penelitian ini menggunakan
metode kualitatif deskriptif dengan pendekatan analisis semiotika Roland Barthes
yang meliputi makna denotasi, konotasi, dan mitos. Analisis data dilakukan dengan
observasi visual dan dokumentasi terhadap 6 scene iklan “Peka Lawan Penipuan
Online” dan 3 scene iklan “Samaran” yang terdapat estetika audio visual Harbert
Zettl untuk menemukan makna yang terkandung di dalamnya. Hasil penelitian
menunjukkan bahwa kedua iklan memiliki tujuan yang sama, yaitu mengedukasi
masyarakat agar lebih waspada terhadap penipuan online, namun memiliki
perbedaan dalam strategi visual. Iklan “Peka Lawan Penipuan Online”
menampilkan pendekatan visual yang terang, santai, dan dekat dengan kehidupan
sehari-hari sehingga membangun pesan yang edukatif dan komunikatif, sedangkan
iklan “Samaran” menggunakan pendekatan visual yang lebih dramatis dengan
pencahayaan gelap dan menegangkan untuk menekankan bahaya penipuan yang
memanfaatkan lembaga resmi. |
en_US |