| dc.description.abstract |
Penelitian ini bertujuan untuk menguji dan menganalisis pengaruh fraud hexagon
dalam mendeteksi kecurangan laporan keuangan pada perusahaan manufaktur
sektor industrials yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) periode 2021–2024,
dengan variabel independen meliputi financial target, change of director, political
connection, ineffective monitoring, total accruals, dan CEO duality. Penelitian ini
menggunakan pendekatan kuantitatif dengan data sekunder dari laporan tahunan
perusahaan yang di terbitkan oleh www.idx.co.id, teknik pengambilan sampel
dalam penelitian ini mengunakan metode purposive sampling yang menghasilkan
19 perusahaan dengan waktu observasi selama 4 tahun sehingga memiliki jumlah
sampel sebanyak 76 data. Teknik analisis data dalam penelitian ini menggunakan
statistik deskriptif, uji asumsi klasik, regresi linear berganda, hipotesis dan
koefisien determinasi. Pengelolaan data dalam penelitian ini menggunakan program
software SPSS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara simultan seluruh
variabel independen berpengaruh signifikan terhadap kecurangan laporan
keuangan, mendukung konsep dasar fraud hexagon bahwa kecurangan bukan
disebabkan satu faktor tunggal, melainkan hasil interaksi berbagai elemen secara
bersamaan. Secara parsial, hanya total accruals yang berpengaruh positif dan
signifikan terhadap kecurangan laporan keuangan, sedangkan variabel lainnya tidak
berpengaruh signifikan. |
en_US |