| dc.description.abstract |
Crankshaft merupakan komponen kritikal pada mesin diesel yang berfungsi
mengubah gerak translasi piston menjadi gerak rotasi untuk menghasilkan tenaga
mekanik. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor penyebab
kegagalan berupa keretakan pada crankshaft diesel generator auxiliary engine
kapal serta merumuskan strategi pencegahannya. Metode penelitian yang
digunakan meliputi pemeriksaan visual, pengukuran dimensi crankpin
menggunakan mikrometer, pengecekan clearance, serta pengujian non-destruktif
berupa Magnetic Particle Inspection (MPI) untuk mendeteksi retak mikro pada
permukaan material. Berdasarkan hasil penelitian di PT. Waruna Shipyard
Indonesia, ditemukan bahwa crankpin pada silinder nomor 1 dan 2 mengalami
pengurangan diameter (aus) hingga mencapai undersize 2.00 mm, di mana nilai
clearance telah melebihi batas standar yang diizinkan. Hasil uji MPI
mengonfirmasi adanya indikasi keretakan pada bagian journal silinder tersebut.
Faktor utama penyebab keretakan diidentifikasi berasal dari kelelahan material
(fatigue) akibat beban siklik yang berlebihan, pelumasan yang tidak sempurna,
beban kerja mesin yang melebihi kapasitas nominal (overload), serta kurangnya
kedisiplinan dalam jadwal perawatan rutin. Strategi pencegahan yang
direkomendasikan meliputi pelaksanaan inspeksi berkala dengan metode NDT,
pemantauan sistem pelumasan secara ketat, serta penggantian komponen bearing
dan crankshaft yang telah melewati batas toleransi teknis untuk menjamin
keselamatan operasional kapal. |
en_US |