| dc.description.abstract |
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pemberitaan kasus dugaan bullying
terhadap Timothy Anugerah Saputra, mahasiswa Universitas Udayana, pada media
online CNA Indonesia menggunakan pendekatan Analisis Wacana Kritis model
Norman Fairclough. Fenomena bullying di lingkungan perguruan tinggi menjadi
isu penting karena berdampak pada kesehatan mental serta persepsi publik terhadap
institusi pendidikan. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan jenis
penelitian deskriptif, serta teknik pengumpulan data melalui dokumentasi artikel
berita yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada level teks, CNA
Indonesia menggunakan bahasa formal dan cenderung berhati-hati dengan
dominasi kalimat pasif serta penggunaan diksi seperti “dugaan” untuk menjaga
objektivitas. Pada level praktik wacana, terdapat dominasi sumber institusional
dalam membentuk narasi pemberitaan. Sementara pada level praktik sosial,
pemberitaan berinteraksi dengan konteks budaya kampus, opini publik, serta isu
kesehatan mental di lingkungan pendidikan tinggi. Dengan demikian, pemberitaan
media tidak hanya menyampaikan informasi, tetapi juga membentuk representasi
sosial terhadap korban, pelaku, dan institusi melalui konstruksi wacana tertentu. |
en_US |