Abstract:
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh belum optimalnya pemanfaatan layanan digital
banking pada perbankan syariah, meskipun perkembangan teknologi dan
kebutuhan masyarakat terhadap layanan keuangan digital semakin meningkat.
Faktor pengetahuan, sikap, dan persepsi kemudahan diduga menjadi determinan
penting dalam membentuk minat menabung nasabah. Penelitian ini bertujuan
untuk menganalisis pengaruh pengetahuan, sikap, dan persepsi kemudahan digital
banking terhadap minat menabung pada Bank Danamon Syariah di Kota Medan.
Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan jenis penelitian
asosiatif kausal. Populasi dalam penelitian ini adalah masyarakat Kota Medan
dengan kriteria tertentu, dan sampel sebanyak 85 responden diperoleh melalui
teknik purposive sampling. Teknik pengumpulan data menggunakan kuesioner
berskala Likert, sedangkan analisis data dilakukan melalui regresi linear berganda
dengan bantuan SPSS versi 26. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara
parsial: (1) Pengetetahuam berpengaruh positif dan signifikan terhadap minat
menabung dengan nilai thitung 2,670 > ttabel 1,989 dan nilai Sig 0,009 < 0,05 (2)
Sikap memiliki arah hubungan positif, namun tidak berpengaruh signifikan
terhadap Minat Menabung dengan nilai thitung 1,603 < ttabel 1,989 dan nilai Sig
0,113 > 0,05; (3) Persepsi Kemudahan memiliki arah hubungan positif, namun
tidak berpengaruh signifikan terhadap Minat Menabung dengan nilai thitung 1,717 <
ttabel 1,989 dan nilai Sig 0,090 > 0,05. Secara simultan, variabel pengetahuan,
sikap, dan persepsi kemudahan memiliki pengaruh yang signifikan terhadap minat
menabung. Dengan demikian, temuan ini mengindikasikan bahwa peningkatan
literasi, pembentukan sikap positif, serta kemudahan penggunaan layanan digital
menjadi faktor penting dalam mendorong minat menabung masyarakat pada
perbankan syariah.