| dc.description.abstract |
Penentuan kualitas gabah pascapanen sangat dipengaruhi oleh proses
pengeringan, khususnya pada pengaturan temperatur. Pengeringan bertujuan
menurunkan kadar air gabah dari kondisi awal sekitar 20–22% basis basah
menjadi 12–14% basis basah agar sesuai dengan standar penyimpanan dan
penggilingan. Namun, penggunaan temperatur yang terlalu tinggi dapat merusak
struktur biji, menurunkan daya kecambah, serta memengaruhi mutu fisik dan
kimia beras yang dihasilkan. Penelitian ini menganalisis pengaruh variasi
temperatur pengeringan 40°C, 50°C, dan 60°C terhadap kualitas gabah dengan
fokus pada efisiensi penurunan kadar air, kebutuhan energi panas, dan mutu akhir
biji.
Hasil analisis menunjukkan bahwa temperatur yang lebih tinggi
mempercepat laju penguapan air dan menurunkan kebutuhan waktu pengeringan,
namun berpotensi menurunkan kualitas fisik gabah seperti retakan dan perubahan
warna. Temperatur optimum diperoleh pada kisaran 40–60°C, di mana kadar air
dapat diturunkan secara efektif hingga 14% dengan konsumsi energi relatif
efisien tanpa menimbulkan kerusakan signifikan pada gabah. Dengan demikian,
pengaturan temperatur pengeringan yang tepat menjadi faktor kunci dalam
menjaga kualitas hasil panen sekaligus meningkatkan efisiensi proses
pengolahan. |
en_US |