Abstract:
Penelitian ini di latar belakangi oleh tingginya risiko terhadap bencana banjir di
indonesia yang menuntut adanya komunikasi mitigasi bencana yang efektif agara
masyarakat mampu memahami risiko serta langkah-langkah penanggulangannya.
Namun, dalam praktiknya penyampaian informasi mitigasi bencana masih
menghadapi berbagai kendala seperti perbedaan tingkat pendidikan, latar belakang
sosia, serta keterbatasan akses informasi yang menyebabkan pesan tidak selalu
dipahami secara optimal oleh masyarakat. Tujuan penelitian ini adalah untuk
mengetahui dan menganalisis efektivitas komunikasi mitigasi bencana yang
dilakukan oleh pemerintah untuk meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat dalam
menghadapi bencana banjir di Kecamatan Hamparan Perak. Penelitian ini
menggunakan metide deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui
wawancara, observasi, dan dokumentasi. Analisis data yang dilakukan melalui
tahap reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian
menunjukkan bahwa, efektivitas komunikasi mitigasi bencana dipengaruhi oleh
beberapa unsur, yaitu keterbukaan, empati, sikap mendukung, sikap positif, dan
kesetaraan anatar pemerintah sebagai komunikator dan masyarakat sebagai
penerima pesan. Komunikasi yang dilakukan secara jelas, sederhana, dan
berkelanjutan mampu meningkatkan pemahaman serta kesadaran masyarakat
dalam menghadapi bencana banjir. Namun, efektivitas komunikasi mitigasi belum
sepenuhnya optimal, karena keterbatasan media komunikasi, rendahnya partisipasi
masyarakat, serta belum meratanya penyampain informasi.