Abstract:
Kerusakan lingkungan di berbagai wilayah Indonesia, termasuk perubahan tata guna
lahan, berkurangnya resapan air, deforestasi, dan degradasi pesisir, telah meningkatkan
frekuensi dan intensitas bencana hidrometeorologi yang berdampak signifikan terhadap
kehidupan masyarakat, dengan data BNPB mencatat 3.116 bencana sepanjang 2025,
sekitar 99 persen di antaranya merupakan bencana hidrometeorologi. Menghadapi
kompleksitas ancaman tersebut, keberadaan BMKG, khususnya BBMKG Wilayah I
Medan, menjadi sangat strategis dalam menyampaikan informasi cuaca, iklim, dan
peringatan dini kepada masyarakat Sumatera Utara. Tujuan dari penelitian ini untuk
mengetahui dan menganalisis strategi komunikasi yang diterapkan oleh BBMKG
Wilayah I Medan dalam meningkatkan literasi siaga bencana hidrometeorologi pada
masyarakat, sehingga informasi kebencanaan dapat dipahami, diakses, dan direspons
secara efektif. Penelitian ini menggunakan teori komunikasi bencana dan strategi
komunikasi sebagai landasan analisis. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif,
dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi.
Teknik analisis data dilakukan melalui pengumpulan data, reduksi data, penyajian data,
dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi komunikasi
yang dilakukan oleh BBMKG Wilayah I Medan memiliki keterkaitan dengan
terbentuknya literasi siaga bencana pada masyarakat. Strategi komunikasi yang dilakukan
oleh BBMKG Wilayah I Medan melalui penyampaian pesan yang jelas, pemanfaatan
media komunikasi yang tepat, serta pembaruan informasi secara berkala telah membantu
meningkatkan literasi siaga bencana hidrometeorologi pada masyarakat. Strategi tersebut
membantu masyarakat untuk lebih mudah memahami, mengakses, serta merespons
informasi mengenai potensi bencana hidrometeorologi sehingga dapat meningkatkan
literasi dan kesiapsiagaan bencana.