Abstract:
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh masih tingginya angka kecelakaan di
perlintasan sebidang kereta api yang disebabkan oleh rendahnya kesadaran dan
kepatuhan masyarakat terhadap aturan keselamatan. PT Kereta Api Indonesia
Divre I Sumatera Utara melalui Program Sosialisasi Perlintasan (Sosperlin)
berupaya meningkatkan keselamatan melalui pendekatan komunikasi. Penelitian
ini bertujuan untuk mengetahui strategi komunikasi yang diterapkan oleh PT KAI
Divre I melalui Program Sosperlin dalam meningkatkan keselamatan di
perlintasan sebidang. metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan
kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. teknik pengumpulan data dilakukan
melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi, dengan informan utama pihak
humas PT KAI Divre I. analisis data menggunakan model Miles dan Huberman,
serta dikaji menggunakan teori komunikasi Harold D. Lasswell yang meliputi
unsur komunikator, pesan, media, komunikan, dan efek. hasil penelitian
menunjukkan bahwa strategi komunikasi yang diterapkan bersifat terencana,
edukatif, dan persuasif dengan melibatkan berbagai pihak seperti instansi terkait
dan komunitas. Pesan keselamatan disampaikan melalui berbagai media, baik
secara langsung di lapangan maupun melalui media sosial dan media cetak.
Sasaran utama adalah pengguna jalan dan masyarakat umum dengan penentuan
lokasi berdasarkan tingkat kerawanan perlintasan. Program Sosperlin memberikan
dampak positif berupa meningkatnya kesadaran dan perubahan perilaku
masyarakat, meskipun belum merata. Selain itu, terdapat indikasi penurunan
angka kecelakaan, namun masih terdapat kendala seperti rendahnya kesadaran
masyarakat dan keterbatasan jangkauan sosialisasi. Dengan demikian, strategi
komunikasi Program Sosperlin dinilai cukup efektif, namun masih perlu
ditingkatkan agar dapat mencapai hasil yang lebih optimal.