| dc.description.abstract |
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh leverage dan
likuiditas terhadap kinerja keuangan pada perusahaan sektor makanan dan
minuman berprinsip halal yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia periode 2020
2024. Leverage diproksikan dengan Debt to Equity Ratio (DER), likuiditas
diproksikan dengan Current Ratio (CR), sedangkan kinerja keuangan diproksikan
dengan Return on Assets (ROA). Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif
dengan data sekunder berupa laporan keuangan tahunan perusahaan.
Populasi penelitian terdiri atas perusahaan sektor makanan dan minuman
berprinsip halal yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia. Sampel ditentukan dengan
teknik purposive sampling berdasarkan kriteria tertentu, sehingga diperoleh 8
perusahaan dengan 40 data observasi selama periode 2020–2024. Metode analisis
yang digunakan adalah regresi linier berganda.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa leverage berpengaruh negatif dan
signifikan terhadap kinerja keuangan. Hal ini ditunjukkan oleh nilai koefisien
regresi sebesar -0,088 dengan tingkat signifikansi 0,000. Artinya, semakin tinggi
tingkat leverage perusahaan, maka kinerja keuangan yang diproksikan dengan ROA
cenderung menurun. Sementara itu, likuiditas memiliki koefisien regresi sebesar
0,003 dengan tingkat signifikansi 0,415, sehingga likuiditas tidak berpengaruh
signifikan terhadap kinerja keuangan. Secara simultan, leverage dan likuiditas
berpengaruh signifikan terhadap kinerja keuangan dengan nilai F hitung sebesar
27,887 dan signifikansi 0,000. Nilai Adjusted R Square sebesar 0,580 menunjukkan
bahwa sebesar 58,0% variasi kinerja keuangan dapat dijelaskan oleh leverage dan
likuiditas, sedangkan sisanya sebesar 42,0% dipengaruhi oleh faktor lain di luar
penelitian. Dengan demikian, leverage merupakan faktor yang lebih dominan dalam
memengaruhi kinerja keuangan perusahaan dibandingkan likuiditas. |
en_US |