| dc.description.abstract |
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui strategi komunikasi risiko dalam upaya
pencegahan pelecehan seksual di lingkungan sekolah oleh Dinas Pemberdayaan
Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Kabupaten Labuhanbatu. Latar
belakang penelitian ini didasari oleh masih tingginya kasus pelecehan seksual di
lingkungan sekolah serta pentingnya peran komunikasi dalam meningkatkan
kesadaran dan pencegahan sejak dini pada peserta didik. Metode penelitian yang
digunakan adalah pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data
melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Informan dalam penelitian ini
terdiri dari pihak Dinas PPPA Kabupaten Labuhanbatu, yaitu Sekretaris Dinas,
Kepala Bidang Perlindungan Hak Perempuan dan Perlindungan Khusus Anak, serta
Kepala UPTD PPA. Teknik analisis data menggunakan model interaktif Miles dan
Huberman yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi komunikasi risiko yang dilakukan
Dinas PPPA Kabupaten Labuhanbatu meliputi penentuan komunikator yang
kompeten, penyusunan pesan edukatif yang disesuaikan dengan karakteristik siswa,
serta penggunaan media komunikasi yang bervariasi seperti sosialisasi langsung,
video edukasi, dan media sosial. Sasaran utama komunikasi adalah Peserta
didiktingkat SMA dengan pendekatan yang interaktif dan kontekstual. Selain itu,
strategi komunikasi juga didukung oleh kolaborasi antar lembaga serta adanya
peran UPTD dalam penanganan lanjutan kasus. Meskipun demikian, masih terdapat
hambatan seperti rendahnya keberanian Peserta didikuntuk melapor dan adanya
stigma sosial. Kesimpulannya, strategi komunikasi risiko yang diterapkan sudah
berjalan cukup efektif dalam meningkatkan kesadaran dan pemahaman siswa,
namun perlu penguatan pada aspek keberanian melapor dan keberlanjutan program
agar tercipta lingkungan sekolah yang aman dan bebas dari pelecehan seksual. |
en_US |