| dc.description.abstract |
Penelitian ini membahas komunikasi persuasif yang dilakukan oleh Humas Pemerintah
Kabupaten Aceh Tengah dalam mendorong partisipasi petani pada program pertanian
berkelanjutan. Permasalahan dalam penelitian ini dilatarbelakangi oleh masih rendahnya
partisipasi petani yang dipengaruhi oleh keterbatasan informasi, pemahaman, serta
efektivitas komunikasi antara pemerintah dan petani. Penelitian ini bertujuan untuk
mengetahui strategi komunikasi persuasif, media yang digunakan, serta faktor pendukung
dan penghambat dalam mendorong partisipasi petani. Penelitian ini menggunakan metode
deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui
wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi. Informan dalam penelitian ini terdiri
dari Humas Pemerintah Kabupaten Aceh Tengah, Dinas Pertanian, penyuluh, serta petani.
Analisis data dilakukan melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan
kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa komunikasi persuasif yang dilakukan
oleh pemerintah telah berjalan cukup baik dan sistematis melalui pendekatan interpersonal
dan dialogis dengan melibatkan penyuluh sebagai mediator di lapangan. Penyampaian
pesan dilakukan menggunakan bahasa yang sederhana agar mudah dipahami oleh petani,
serta didukung oleh penggunaan media komunikasi langsung dan tidak langsung.
Partisipasi petani tergolong cukup baik, terutama ketika program yang disampaikan sesuai
dengan kebutuhan mereka dan memberikan manfaat ekonomi. Namun, efektivitas
komunikasi masih dipengaruhi oleh beberapa faktor, seperti keterbatasan sumber daya
manusia, perbedaan tingkat pemahaman petani, serta kurang optimalnya koordinasi
kelembagaan. Oleh karena itu, diperlukan penguatan strategi komunikasi yang lebih
adaptif, berkelanjutan, dan berbasis kebutuhan petani untuk meningkatkan partisipasi
secara optimal. |
en_US |