| dc.description.abstract |
Penelitian ini memiliki tujuan untuk
menganalisis apakah usaha Loora yang dijalankan di kota medan layak atau tidak
layak kemudian mengindentifikasi faktor yang mempengaruhi kesiapan dari
pelaku usaha Loora. Lokasi penelitian dilakukan di kota medan. Penelitian
menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode pengumpulan data melalui
wawancara mendalam, observasi langsung di lapangan, dan dokumentasi terhadap
100 responden yang terdiri dari pelaku usaha dan masyarakat yang memiliki
keterkaitan dengan pengguna lotion berbahan dasar zat DEET. Hasil analisis
menunjukkan bahwa usaha Loora di kota ini layak secara finansial untuk
dikembangkan lebih lanjut, ditunjukkan oleh nilai Revenue-Cost Ratio (R/C)
sebesar 1,67 yang berarti setiap pengeluaran sebesar Rp1 dapat menghasilkan
penerimaan sebesar Rp1,67, sehingga usaha ini dinyatakan menguntungkan.Selain
itu, hasil perhitungan Break Even Point (BEP) menunjukkan titik impas berada
pada penjualan sebanyak 537 unit atau setara dengan pendapatan sebesar
Rp7.518.000, yang berarti bahwa setiap penjualan di atas titik tersebut akan
menghasilkan keuntungan bersih bagi pelaku usaha. Keuntungan dari usaha ini
tidak hanya bersifat ekonomis, tetapi juga berdampak positif terhadap
pemberdayaan masyarakat lokal melalui penciptaan lapangan kerja dan
peningkatan pendapatan rumah tangga. Dengan potensi yang besar dan sumber
daya alam yang mendukung, maka usaha Loora direkomendasikan untuk
dikembangkan lebih optimal melalui dukungan pelatihan teknis, penyuluhan
berkelanjutan, serta penguatan akses pasar agar dapat memberikan kontribusi yang
signifikan terhadap pembangunan ekonomi desa secara berkelanjutan. |
en_US |