| dc.description.abstract |
Skripsi ini bertujuan untuk mengetahui
perbandingan daya repelent lotion anti nyamuk yang berasal dari
ekstrak daun Permot (Passiflora foetida L.), yang disebut Lotion
LOORA, dengan lotion pembanding yang mengandung
Dietiltoluamida (DEET) terhadap nyamuk Aedes aegypti dewasa. Latar
belakang penelitian ini adalah tingginya kasus Demam Berdarah
Dengue (DBD) yang disebarkan oleh Aedes aegypti di daerah tropis
seperti Sumatera Utara , serta kekhawatiran mengenai efek negatif yang
ditimbulkan oleh penggunaan DEET secara terus-menerus, seperti
iritasi kulit dan gangguan sistem saraf. Daun P. foetida dipilih karena
mengandung metabolit sekunder seperti alkaloid, flavonoid, dan
saponin yang memiliki potensi sebagai senyawa penolak nyamuk.
Penelitian ini dilaksanakan di Laboratorium Fakultas Pertanian
Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara menggunakan metode
kualitatif deskriptif , di mana ekstrak P. foetida dibuat melalui metode
maserasi dengan etanol 96%. Uji efektivitas dilakukan dengan
menghitung jumlah nyamuk yang hinggap pada kulit yang diolesi lotion
di dalam box kaca yang berisi 50 ekor nyamuk. Hasil penelitian
menunjukkan bahwa Lotion LOORA (ekstrak P. foetida) memiliki rata
rata waktu efektif perlindungan selama 6 jam dengan presentase daya
repelen 90%. Daya repelent ini lebih unggul dibandingkan dengan
Lotion Pembanding yang mengandung DEET, yang hanya efektif
dalam jangka waktu 4 jam dengan presentase daya repelent yang sama
(90%). Kesimpulannya, Lotion LOORA yang berbahan dasar organik
lebih efektif dalam jangka waktu perlindungan dan lebih aman bagi
kulit bila diaplikasikan secara terus menerus. |
en_US |