| dc.description.abstract |
Pendahuluan: Permukaan gigi tiruan yang digunakan dalam jangka waktu lama berisiko
mengalami kolonisasi bakteri, khususnya bila kebersihannya kurang terjaga. Selain itu,
meningkatnya resistensi antibiotik mendorong pencarian alternatif antibakteri berbasis
bahan alam, salah satunya daun bidara (Ziziphus mauritiana) yang diketahui mengandung
senyawa bioaktif dengan potensi antibakteri. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis
hubungan tingkat kebersihan gigi tiruan dengan pertumbuhan Staphylococcus aureus
serta menguji daya hambat ekstrak daun bidara terhadap pertumbuhan bakteri tersebut.
Metode: Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental dengan desain post-test only
control group. Hasil: Terdapat hubungan bermakna antara tingkat kebersihan gigi tiruan
dan pertumbuhan Staphylococcus aureus (p = 0,005). Uji aktivitas antibakteri
menunjukkan bahwa ekstrak daun bidara memiliki daya hambat terhadap Staphylococcus
aureus pada seluruh konsentrasi, dengan zona hambat terbesar pada konsentrasi 70%.
Perbedaan diameter zona hambat antar konsentrasi bersifat signifikan secara statistik (p <
0,05). Kesimpulan: Kebersihan gigi tiruan berperan penting dalam mencegah
pertumbuhan Staphylococcus aureus, dan ekstrak daun bidara (Ziziphus mauritiana)
berpotensi sebagai agen antibakteri alternatif terhadap bakteri tersebut. |
en_US |