| dc.description.abstract |
Latar Belakang : Akne vulgaris merupakan penyakit kulit inflamasi kronik pada
unit pilosebasea yang banyak dialami remaja dan dewasa muda. Penyakit ini tidak
hanya memengaruhi aspek dermatologis, tetapi juga berdampak pada kualitas
hidup pasien. Salah satu faktor yang berperan dalam patogenesis akne vulgaris
adalah perubahan derajat keasaman (pH) kulit wajah. Penelitian ini bertujuan
untuk mengetahui perbedaan rerata pH kulit wajah antara mahasiswa dengan akne
vulgaris dan tanpa akne vulgaris). Metode : Penelitian ini menggunakan desain
analitik komparatif dengan pendekatan cross-sectional. Sampel terdiri dari 20
mahasiswa dengan akne vulgaris dan 20 mahasiswa tanpa akne vulgaris. Data pH
kulit wajah diperoleh melalui pemeriksaan langsung dan dianalisis menggunakan
uji Independent Sample T-test.. Hasil : Rerata pH kulit wajah pada kelompok
penderita akne vulgaris adalah 5,08 ± 0,30, sedangkan pada kelompok tanpa akne
vulgaris adalah 4,44 ± 0,14. Hasil uji statistik menunjukkan adanya perbedaan
bermakna rerata pH kulit wajah antara kedua kelompok (p = 0,000).
Kesimpulan : Terdapat perbedaan signifikan derajat keasaman kulit wajah antara
mahasiswa penderita akne vulgaris dan tanpa akne vulgaris, di mana kelompok
akne memiliki pH lebih tinggi. Peningkatan pH kulit wajah dapat berperan
sebagai faktor risiko penting dalam perkembangan akne vulgaris. |
en_US |