| dc.description.abstract |
Pendahuluan: Miopia merupakan gangguan refraksi mata yang terjadi ketika bola mata
lebih panjang dari biasanya atau ketika terdapat daya bias yang berlebihan pada kornea
dan/atau lensa, biasanya semakin meningkat prevalensinya, terutama pada remaja. Salah
satu faktor yang diduga berperan dalam perkembangan miopia adalah kualitas tidur yang
buruk, karena dapat memengaruhi metabolisme dan aktivitas mata dalam jangka panjang.
Meskipun beberapa penelitian menunjukkan hubungan antara durasi dan kualitas tidur
dengan kesehatan mata, namun hasilnya masih bervariasi. Tujuan: Penelitian ini bertujuan
untuk mengevaluasi hubungan antara kualitas tidur dengan kelainan refraksi mata pada
siswa dan siswi MAN 2 Deli Serdang. Metode: Jenis penelitian adalah deskriptif analitik
dengan desain penelitian cross-sectional. Sampel yang digunakan pada penelitian ini
adalah adalah siswa dan siswi MAN 2 Deli Serdang yang mengalami kelainan refraksi
dengan total 60 respoden. Penelitian ini dilakukan dengan melakukan pengukuran refraksi
mata dan kualitas tidur dengan kuisioner PSQI. Hasil pengukuran dianalisis dengan uji
univariat dan bivariat menggunakan uji chi square. Hasil: Mayoritas kualitas tidur siswa
dan siswi MAN 2 Deli Serdang tergolong buruk, dan hubugan antara antara kualitas tidur
dengan kelainan refraksi mata pada siswa dan siswi MAN 2 Deli Serdang dengan P Value
= 0,020. Kesimpulan: hubungan yang signifikan antara kualitas tidur dengan kelainan
refraksi mata pada siswa dan siswi MAN 2 Deli Serdang. |
en_US |