Abstract:
Latar Belakang : Imunisasi merupakan upaya pencegahan penyakit menular yang efektif
dan menjadi prioritas utama dalam program kesehatan anak. Sejak tahun 2022, vaksin
Pneumokokus Konjugat (PCV) dan Rotavirus telah dimasukkan ke dalam program
imunisasi rutin nasional di Indonesia untuk menurunkan angka kesakitan dan kematian
akibat pneumonia dan diare pada anak. Tingkat pendidikan ibu sering dianggap sebagai
faktor yang memengaruhi kelengkapan imunisasi anak. Penelitian ini bertujuan untuk
menganalisis hubungan antara tingkat pendidikan ibu dengan kelengkapan imunisasi PCV
dan Rotavirus pada anak usia di bawah 2 tahun di Puskesmas Mandala Medan Tembung.
Metode : Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif analitik dengan pendekatan cross sectional. Populasi penelitian adalah seluruh ibu yang memiliki anak usia di bawah 2 tahun
dan mendapatkan pelayanan imunisasi di Puskesmas Mandala Medan Tembung pada tahun
2025. Sampel berjumlah 92 responden yang dipilih sesuai kriteria inklusi. Data tingkat
pendidikan ibu diperoleh melalui kuesioner, sedangkan data kelengkapan imunisasi PCV
dan Rotavirus diperoleh dari buku KIA atau rekam medis anak. Analisis data dilakukan
secara univariat dan bivariat menggunakan uji Chi-Square. Hasil : Hasil penelitian
menunjukkan bahwa mayoritas ibu memiliki tingkat pendidikan rendah (42,4%). Sebanyak
53,3% anak belum mendapatkan imunisasi PCV dan Rotavirus secara lengkap. Hasil
analisis bivariat menunjukkan nilai p-value sebesar 0,477 (p > 0,05), yang berarti tidak
terdapat hubungan yang bermakna secara statistik antara tingkat pendidikan ibu dengan
kelengkapan imunisasi PCV dan Rotavirus pada anak usia di bawah 2 tahun. Kesimpulan
: Tidak terdapat hubungan yang signifikan antara tingkat pendidikan ibu dengan
kelengkapan imunisasi PCV dan Rotavirus pada anak usia di bawah 2 tahun di Puskesmas
Mandala Medan Tembung. Kelengkapan imunisasi anak diduga dipengaruhi oleh faktor
lain di luar pendidikan formal ibu, seperti pengetahuan, sikap, dukungan keluarga, persepsi
terhadap efek samping imunisasi, serta peran tenaga kesehatan.