| dc.description.abstract |
Pendahuluan : Mahasiswa, khususnya pada fase transisi dari remaja ke dewasa dan
selama perkuliahan, rentan mengalami stres akibat berbagai tuntutan akademik dan
non-akademik. Stres ini dapat dipicu oleh faktor internal seperti kesulitan adaptasi,
regulasi diri yang kurang, dan tekanan dari lingkungan atau keluarga. Serta faktor
eksternal seperti tuntutan tugas, pencapaian nilai, dan masalah akademik lainnya.
Prevalensi stress akademik pada mahasiswa di dunia diperkirakan antara 38-71%,
di Asia 39,6-61,3%, dan di Indonesia 36,7-71,6%. Mahasiswa semester akhir juga
menghadapi stress signifikan karena beban skripsi dan persiapan kelulusan.
Penelitian ini didasari oleh belum ditemukannya studi serupa yang membandingkan
Tingkat stress antara mahasiswa semester awal dan semester akhir di Fakultas
Kedokteran Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara. Tujuan : Menganalisis
perbedaan Tingkat stres antara mahasiswa semester awal dan mahasiswa semester
akhir. Metode : Penelitian ini menggunakan jenis penelitian deskriptif analitik
kategori dengan pendekatan cross-sectional, yang bertujuan membandingkan
Tingkat stress antara dua kelompok mahaiswa semester awal (Angkatan 2024) dan
semester akhir (Angkatan 2022). Populasi penelitian Adalah mahasiwa aktif
Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara Periode 2024-
2025 yang memenuhi kriteria insklusi dan ekslusi. Sampel diambil menggunakan
metode Random Sampling, dengan jumlah minimal 63 orang untuk setiap angkatan.
Pengumpulan data dilakukan menggunakan kuesioner Medical Student Stress
Questionnaire (MSSQ) yang disebarkan melaui Google Form dengan 40 pertanyaan
dan telah teruji validitas serta reliabilitasnya (Alpha Cronbach 0,95). Data dianalisis
secara univariat untuk deskripsi dan bivariat menggunakan uji Mann-whitney. Hasil
: Terdapat perbedaan yang signifikan secara statistic dalam rerata Tingkat stres
antara mahasiswa semester awal dan semester akhir (p = 0,000 p< 0,05).
Kesimpulan : Tingkat stres mahasiswa semester awal sebagian besar berada pada
kategori stress sedang, terkait dengan adaptasi lingkungan akademik dan social
baru. Mahasiswa semester akhir sebagian besar berada pada kategori stres berat,
disebabkan oleh tuntutan akademik yang lebih tinggi seperti penyelesaian skripsi
dan persiapan kelulusan. Semester akademik merupakan faktor penting yang
memengaruhi Tingkat stress mahasiswa kedokteran, dengan mahasiswa semester
akhir cenderung mengalami stress yang lebih tinggi secara signifikan disbanding
semester awal. |
en_US |