Research Repository

MANFAAT SIRKUMSISI TERHADAP KEJADIAN INFEKSI MENULAR SEKSUAL (IMS) DI PEMATANG SIANTAR

Show simple item record

dc.contributor.author TAUFIQURRAHMAN
dc.date.accessioned 2026-03-12T03:31:27Z
dc.date.available 2026-03-12T03:31:27Z
dc.date.issued 2025-12-19
dc.identifier.uri http://repository.umsu.ac.id/handle/123456789/30272
dc.description.abstract Pendahuluan : Penyakit menular ialah suatu penyakit yang paling penting diwaspadai dalam bidang kesehatan hampir di seluruh negara berkembang di dunia. Hal ini dikarenakan angka kematian dan penularan penyakitnya yang relatif tinggi dalam jangka waktu yang pendek. Sexually Transmitted Infection (STI) atau yang biasa dikenal dengan Infeiksi Menuilar Seiksual (IMS) merupakan salah satu dari peniyakit menular yang sangat berbiahaya dengan penyebaran yang luas. Tujuan : Mengetahui hubungan sirkumsisi terhadap kejadian IMS di Pematang Siantar. Metode : Jenis penelitian ini adalah penelitian anailitik obsevasional secara retrospektif dengan desain cross-secsional. Penelitian ini dilakukan dengan cara membiandingkan antaira dua kelomipok yaiitu kelomipok pria yang di sirkumsiisi dan kelompok pria yang tidak disirkumsisi dengan kejadian IMS. Populasi dari peneliitian ini adailah semiua pasiien yaing terkena IMS (Gonore, Sifilis, HPV, HIV/AIDS, dan HSV) dan yang tidak terkena IMS di Pematang Siantar. sampel dikelompokkan menjadi 2 yaitu: Kelompok A terdiri dari sampel orang yang tidak terkena IMS, Kelompok B terdiri dari sampel orang yang terkena IMS. Masing masing kelompok berjumlah 97 orang. Analisis bivariiat dilakukan denigan uji Chi Square (x2 ) dengian syairat tidiak ada nilai exipected yang kurang dari 5, untuk meigetahui hubuingan yang signifikian antara masing-masing variiabel bebas dengian variabel teriikat. Hasil : Sirkumsisi berperan sebagai faktor protektif terhadap kejadian IMS. Responden yang tidak disirkumsisi memiliki risiko 8,9 kali lebih besar untuk menigalami IMS dibandingkan denigan responden yang disirkumsisi (p=0,000; OR=8,865; 95% CI=4,464–17,606). Jenis kasus IMS yang ditemukan cukup beragam, dengan distribusi terbesar pada HIV/AIDS (21,60%), diikuti oleh Herpes genital (20,60%), Sifilis (20,60%), serta Gonore dan Kondiloma Akuminata masing-masing sebesar 18,60%. Jumlah kasus IMS pada periode penelitian tahun 2024–2025 di Pematang Siantar tercatat sebanyak 97 kasus IMS dari total 194 responden. en_US
dc.subject Sirkumsisi en_US
dc.subject Penyakit Menular Seksual en_US
dc.title MANFAAT SIRKUMSISI TERHADAP KEJADIAN INFEKSI MENULAR SEKSUAL (IMS) DI PEMATANG SIANTAR en_US
dc.type Thesis en_US


Files in this item

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record

Search DSpace


Advanced Search

Browse

My Account