Abstract:
Latar Belakang: Stres merupakan respons psikologis yang dapat memengaruhi
keseimbangan fisiologis tubuh. Stres yang berlangsung kronis dapat memicu
peningkatan hormon kortisol yang berperan dalam penumpukan lemak viseral,
terutama di daerah abdomen. Lingkar pinggang merupakan indikator antropometri
yang digunakan untuk menilai obesitas sentral, yang berhubungan dengan
peningkatan risiko penyakit metabolik dan kardiovaskular. Mahasiswa, khususnya
mahasiswa fakultas kedokteran, rentan mengalami stres akibat tuntutan akademik
yang tinggi, sehingga berpotensi memengaruhi status gizi dan kesehatan mereka.
Tujuan: Mengetahui hubungan antara tingkat stres dengan lingkar pinggang pada
mahasiswa Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan Universitas Muhammadiyah
Sumatera Utara. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian analitik
observasional dengan desain cross sectional. Sampel penelitian diambil
menggunakan teknik quota sampling pada mahasiswa Fakultas Kedokteran dan
Ilmu Kesehatan Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara angkatan 2022–
2024 yang memenuhi kriteria inklusi, dengan jumlah responden sebanyak 89
orang. Tingkat stres diukur menggunakan kuesioner Depression Anxiety Stress
Scale (DASS-42), sedangkan lingkar pinggang diukur menggunakan meteran
fleksibel sesuai prosedur standar. Data dianalisis menggunakan uji Fisher Exact
Test dengan taraf signifikansi 0,05. Hasil: Hasil analisis menunjukkan adanya
hubungan yang signifikan antara tingkat stres dengan lingkar pinggang.
Responden dengan tingkat stres yang lebih tinggi cenderung memiliki lingkar
pinggang dalam kategori obesitas sentral. Uji statistik menunjukkan nilai p < 0,05
yang menandakan hubungan yang bermakna secara statistik antara kedua variabel.
Kesimpulan: Terdapat hubungan yang signifikan antara tingkat stres dengan
lingkar pinggang pada mahasiswa Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan
Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara.