| dc.description.abstract |
Pendahuluan: Remaja merupakan kelompok usia yang rentan terhadap perilaku
seksual pranikah yang dapat menimbulkan dampak negatif, seperti kehamilan tidak
diinginkan dan aborsi tidak aman. Kurangnya pengetahuan tentang kesehatan
reproduksi serta lemahnya persepsi risiko menjadi faktor yang memengaruhi
perilaku tersebut. Oleh karena itu, edukasi kesehatan reproduksi dipandang penting
sebagai upaya preventif untuk meningkatkan pengetahuan dan membentuk persepsi
remaja agar lebih bertanggung jawab. Metode Penelitian: Penelitian ini
menggunakan desain pra-eksperimental dengan pendekatan one-group pretest–
posttest. Sampel berjumlah 70 siswa SMA Negeri 1 Batang Kuis yang dipilih
menggunakan teknik simple random sampling. Data dikumpulkan melalui
kuesioner pengetahuan tentang bahaya aborsi dan persepsi perilaku seksual
pranikah sebelum dan sesudah edukasi kesehatan reproduksi. Analisis data
dilakukan menggunakan uji Wilcoxon Signed Rank Test untuk mengetahui
perbedaan sebelum dan sesudah intervensi, serta uji Korelasi Rank Spearman untuk
menganalisis hubungan antara pengetahuan dan persepsi setelah edukasi. Hasil:
Hasil penelitian menunjukkan peningkatan yang signifikan pada tingkat
pengetahuan dan persepsi remaja setelah edukasi kesehatan reproduksi (p < 0,05).
Edukasi efektif meningkatkan pemahaman tentang bahaya aborsi dan memperkuat
persepsi positif terhadap perilaku seksual pranikah. Namun, hubungan antara
tingkat pengetahuan dan persepsi setelah edukasi bersifat positif tetapi lemah dan
tidak signifikan. Kesimpulan: Edukasi kesehatan reproduksi berperan penting
dalam meningkatkan pengetahuan dan persepsi remaja. Namun, perubahan persepsi
tidak hanya dipengaruhi oleh pengetahuan, tetapi juga oleh faktor sosial, budaya,
pengalaman pribadi, dan kondisi psikologis remaja. |
en_US |