Abstract:
Latar Belakang: Gangguan kecemasan adalah penyakit mental yang melemahkan
sistem imun tubuh, termasuk imunitas mukosa oral, yang mendorong proliferasi
Candida albicans dan mengganggu keseimbangan mikrobiota oral. Jamur ini
bersifat oportunistik dan dapat menginfeksi orang yang memiliki sistem imun yang
terganggu. Masih sangat sedikit penelitian yang memiliki hubungan antara tingkat
keparahan kecemasan dan kolonisasi Candida albicans di mulut. Tujuan: Untuk
mengetahui hubungan antara tingkat keparahan kecemasan dan prevalensi koloni
Candida albicans di mulut pasien dengan gangguan kecemasan di Rumah Sakit
Muhammadiyah Medan. Metode: Tiga puluh pasien dengan gangguan kecemasan
diikutsertakan dalam penelitian observasional analitik ini dengan desain (cross sectional) Menggunakan kultur saliva pada media agar Sabouraud dextrose,
keberadaan koloni Candida albicans diidentifikasi, sedangkan kuesioner
Generalized Anxiety Disorder-7 (GAD-7) digunakan untuk mengukur tingkat
kecemasan. Uji chi-square dan uji eksak Fisher selanjutnya digunakan untuk
menganalisis data, dan tingkat signifikansi ditetapkan pada p < 0,05, untuk
mengonfirmasi validitas temuan. Hasil: menunjukkan bahwa 10 responden
(33,3%) merasakan kecemasan berat, 6 responden (20,0%) merasakan kecemasan
sedang, 5 responden (16,7%) merasakan kecemasan ringan, dan 9 responden
(30,0%) mengalami kecemasan minimal. Sebanyak 11 partisipan (36,7%)
mengalami peningkatan jumlah koloni Candida albicans (setidaknya 103 CFU/ml).
Prevalensi koloni Candida albicans berkorelasi signifikan dengan derajat
keparahan kecemasan dalam uji chi-square (p = 0,003), dan uji eksak Fisher juga
mengungkapkan korelasi signifikan (p = 0,001). Kesimpulan: Prevalensi koloni
Candida albicans di rongga mulut pasien psikiatri berkorelasi signifikan dengan
tingkat keparahan kecemasan. Tingkat keparahan kecemasan meningkatkan
kemungkinan berkembang biaknya koloni Candida albicans.