Abstract:
Pendahuluan: Otitis Media Akut (OMA) merupakan salah satu infeksi telinga tengah
yang paling sering terjadi pada anak-anak, terutama pada usia 6 hingga 24 bulan. Otitis
Media Akut merupakan peradangan sebagian atau seluruh mukosa telinga tengah, tuba
eustachius, antrum mastoid dan sel-sel mastoid. Penyebab utama Otitis Media Akut
adalah bakteri seperti Streptococcus pneumoniae, Haemophilus influenzae, dan
Moraxella catarrhalis, yang ditemukan dalam sebagian besar kasus. Penyebab eksternal
Otitis Media Akut adalah penggunaan dot dalam frekunsi dan durasi yang lama serta
usia dan jenis kelamin. Tujuan: Mengetahui hubungan pemakaian dot terhadap kejadian
Otitis Media Akut pada anak di beberapa Rumah Sakit di Sumatera Utara. Metode:
Penelitian ini yang digunakan analitik cross-sectional. Sampel terdiri dari 52 balita. Data
dikumpulkan melalui Pemeriksaan fisik oleh dr.Spesialis,THT-KL dan kuisioner. Analisis
data dilakukan menggunakan Uji Chi-square dengan metode univariat dan bivariat untuk
mengukur hubungan antara penggunaan dot dan Otitis Media Akut. Hasil : Uji Chi square diketahui adanya hubungan antara pemakaian dot dengan kejadian otitis media
akut dengan nilai p-value 0,030 (<0,05). Kesimpulan : Diketahui frekuensi pemakaian
dot (<8x sehari) sebanyak 25 responden, sedangkan durasi pemakaian dot (>10 bulan)
sebanyak 24 responden. Diketahui pasien balita dengan rentang usia 6-12 bulan
dikatagorikan sangat tinggi. Sedangkan pada jenis kelamin diketahui 26 perempuan dan
26 laki-laki. Pada penelitian ini diketahui adanya hubungan pemakaian dot dengan
kejadian otitis media akut dengan nilai p=0,030.