Abstract:
Pendahuluan: Survei Kesehatan Indonesia (SKI) 2023 melaporkan
prevalensi stroke di Sumatera Utara sebesar 6,6%, dengan kasus tertinggi pada usia
>75 tahun. Profil lipid, khususnya low-density lipoprotein (LDL) dan high-density
lipoprotein (HDL), berperan dalam aterosklerosis yang memicu stroke iskemik.
Faktor gaya hidup, genetik, ras/etnik termasuk suku Batak dan suku Jawa, dapat
memengaruhi kadar lipid tersebut. Penelitian terdahulu menunjukkan hasil yang
bervariasi terkait kadar LDL dan HDL pada pasien stroke, namun belum banyak
yang menilai perbedaannya berdasarkan ras/etnis. Tujuan: Penelitian ini
mengetahui perbedaan kadar LDL dan HDL pada pasien stroke iskemik suku Batak
dan suku Jawa di UPTD Khusus Rumah Sakit Umum Haji Kota Medan. Populasi
penelitian ini menggunakan sampel sebanyak168 orang. Metode: Jenis penelitian
menggunakan metode deskriptif analitik dengan pendekatan retrospektif melalui
rekam medis. Hasil: menunjukkan kadar LDL tertinggi pada suku Batak dan suku
Jawa berada pada kelompok 100–129 mg/dL, masing-masing 30 orang (29.7%) dan
19 orang (28.4%). Kadar HDL tertinggi pada kedua suku terdapat pada kelompok
<40 mg/dL, yaitu 46 orang (45.5%) pada suku Batak dan 31 orang (46.3%) pada
suku Jawa. Uji Mann-Whitney menunjukkan nilai p kadar HDL sebesar 0.910 dan
kadar LDL sebesar 0.787. Kesimpulan: Tidak terdapat perbedaan bermakna kadar
LDL dan HDL pada pasien stroke iskemik suku Batak dan suku Jawa.