| dc.description.abstract |
Latar Belakang: Acne vulgaris merupakan salah satu kelainan kulit yang paling
sering terjadi pada remaja dan dewasa muda serta dapat berdampak pada aspek
psikologis dan kualitas hidup. Penggunaan kosmetik dekoratif seperti BB cream
diduga menjadi salah satu faktor eksternal yang dapat memperburuk keparahan
acne vulgaris akibat sifat komedogenik dan oklusifnya. Penelitian ini bertujuan
untuk mengetahui hubungan antara penggunaan BB cream dengan derajat
keparahan acne vulgaris pada mahasiswi preklinik Fakultas Kedokteran
Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara. Metode: Penelitian ini merupakan
penelitian kuantitatif dengan desain observasional analitik menggunakan
pendekatan cross-sectional. Sampel penelitian berjumlah 32 mahasiswi preklinik
yang dipilih dengan teknik purposive sampling sesuai kriteria inklusi dan eksklusi.
Data penggunaan BB cream dikumpulkan melalui kuesioner berdasarkan
Cumulative Cosmetic Exposure Index (CCEI), sedangkan derajat keparahan acne
vulgaris dinilai menggunakan Global Acne Grading System (GAGS) melalui
pemeriksaan dermatologis. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat
menggunakan uji korelasi Spearman Rank. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan
bahwa sebagian besar responden menggunakan BB cream setiap hari, dengan lama
penggunaan dominan 7–12 bulan dan durasi pemakaian ≥5 jam per hari. Derajat
keparahan acne vulgaris paling banyak berada pada kategori sedang dan berat.
Analisis bivariat menunjukkan adanya hubungan yang bermakna antara frekuensi,
lama, dan durasi penggunaan BB cream dengan derajat keparahan acne vulgaris
dengan kekuatan korelasi sedang dan arah hubungan positif. Kesimpulan: Semakin
tinggi tingkat penggunaan BB cream, maka kecenderungan derajat keparahan acne
vulgaris pada mahasiswi preklinik semakin meningkat. |
en_US |