| dc.description.abstract |
Pendahuluan: Diabetes Melitus (DM) tipe 2 merupakan penyakit metabolik kronis
yang sering disertai gangguan metabolisme purin, yang dapat menyebabkan
peningkatan kadar asam urat. Lamanya menderita penyakit ini bersamaan dengan
adanya pengaruh faktor lain seperti status kadar gula darah (terkontrol/tidak terkontrol)
dan kadar kolesterol berpotensi memperburuk kontrol metabolik dan meningkatkan
risiko hiperurisemia. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara lama
menderita DM tipe 2 serta pengaruh status kadar gula darah dan kadar kolesterol
dengan peningkatan kadar asam urat pada pasien DM. Metode: Penelitian ini
menggunakan desain analitik observasional dengan pendekatan cross-sectional yang
dilakukan di Klinik Iman pada bulan September hingga Oktober 2025. Data yang
dikumpulkan dari 32 responden meliputi lama menderita DM, kadar asam urat, status
kadar gula darah, dan kadar kolesterol. Analisis data dilakukan menggunakan uji
Kruskal-Wallis dan Chi-Square sesuai dengan distribusi data yang telah diuji
sebelumnya. Hasil: Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang
signifikan antara lama menderita DM dengan kadar asam urat (p < 0,05). Selain itu
ditemukan pula bahwa kedua hubungan tadi juga berkaitan berdasarkan status kadar
gula darah (p < 0,05). Ditemukan juga hubungan yang bermakna antara lama menderita
DM dengan kadar kolesterol (p < 0,05). Di sisi lain, terdapat hubungan signifikan
antara kadar kolesterol dan kadar asam urat (p < 0,05). Kesimpulan: Semakin lama
seseorang menderita DM, semakin tinggi risiko peningkatan kadar asam urat dan kadar
kolesterol yang dapat memperburuk komplikasi metabolik. Pengendalian kadar gula
darah dan kolesterol menjadi penting untuk mencegah terjadinya hiperurisemia pada
pasien DM tipe 2. |
en_US |