| dc.description.abstract |
Pendahuluan: Tumor prostat, termasuk kanker prostat dan benign prostatic hyperplasia (BPH),
merupakan salah satu penyakit yang umum terjadi pada pria lanjut usia. Konsumsi alkohol
telah dikaitkan dengan berbagai mekanisme biologis yang dapat memicu kanker, seperti stres
oksidatif dan peradangan kronis. Namun, hubungan antara kebiasaan konsumsi alkohol dan
kejadian tumor prostat masih belum sepenuhnya jelas di Indonesia, khususnya di Kota Medan.
Metode: Penelitian ini menggunakan desain observasional deskriptif dengan pendekatan cross
sectional. Sampel berjumlah 21 pasien yang didiagnosis dengan tumor prostat dan dipilih
berdasarkan kriteria inklusi dan eksklusi. Data dikumpulkan melalui kuesioner dan rekam
medis, kemudian dianalisis menggunakan uji Chi - Square. Hasil: Hasil menunjukkan bahwa
sebanyak 61,9% responden mengalami BPH dan 38,1% didiagnosis kanker prostat. Responden
dengan konsumsi alkohol sedang hingga tinggi memiliki peluang 38,5 kali lebih besar untuk
mengalami kanker prostat dibandingkan mereka dengan konsumsi alkohol rendah (p = 0,002;
OR = 38,5; CI 95% = 2,915–508,463). Kesimpulan: Terdapat hubungan yang signifikan antara
riwayat kebiasaan konsumsi alkohol dengan kejadian tumor prostat. Pengurangan konsumsi
alkohol dapat menjadi langkah preventif untuk menurunkan risiko kanker prostat. |
en_US |