| dc.description.abstract |
Latar Belakang: Gagal jantung kronis merupakan penyakit kardiovaskular
dengan morbiditas dan mortalitas tinggi. Pembesaran atrium kiri berperan penting
dalam prognosis pasien dan dinilai secara akurat menggunakan Left Atrium
Volume Index (LAVI) melalui ekokardiografi, namun keterbatasan fasilitas
menjadi kendala. Indeks Macruz dari pemeriksaan elektrokardiografi (EKG)
berpotensi sebagai metode skrining sederhana. Metode: Penelitian analitik
korelasional dengan desain cross sectional ini melibatkan 39 pasien gagal jantung
kronis di RS Mitra Medika Amplas. Indeks Macruz diperoleh dari EKG 12
sadapan dan LAVI dari pemeriksaan ekokardiografi. Analisis dilakukan
menggunakan uji Fisher’s Exact Test, uji korelasi Spearman, serta uji sensitivitas
dan spesifisitas, dengan p < 0,05. Hasil: Sebagian besar responden memiliki
Indeks Macruz normal (59%) dan LAVI normal (84,6%). Tidak terdapat
hubungan bermakna antara Indeks Macruz dan LAVI (p > 0,05). Indeks Macruz
menunjukkan sensitivitas 16,7% dan spesifisitas 54,5% dalam mendeteksi
pembesaran atrium kiri. Kesimpulan: Indeks Macruz tidak berhubungan secara
signifikan dengan LAVI dan memiliki sensitivitas rendah, sehingga belum dapat
digunakan sebagai indikator awal yang andal untuk mendeteksi pembesaran
atrium kiri pada pasien gagal jantung kronis. |
en_US |