Abstract:
Latar Belakang: Skriniing prenatal merupakan intervensi preventif utama dalam
pelayanan antenatal untuk mendeteksi kelainan genetik dan kromosom secara dini,
namun pemanfaatannya masih dipengaruhi oleh rendahnya pengetahuan wanita
usia reproduksi. Tingkat pendidikan diduga menjadi faktor determinan dalam
pembentukan pengetahuan tersebut. Penelitian ini bertujuan menganalisis
hubungan tingkat pendidikan dengan tingkat pengetahuan tentang skrining
prenatal pada wanita usia reproduksi yang sudah menikah di Puskesmas Pasar
Merah. Metode: Penelitian ini menggunakan desain analitik cross sectional. Data
dikumpulkan pada Februari 2025 menggunakan kuesioner terstruktur dari 90
responden yang dipilih melalui consecutive sampling. Hubungan antara tingkat
pendidikan dan tingkat pengetahuan dianalisis menggunakan uji chi-square
dengan tingkat signifikansi p<0,05. Hasil: Hasil analisis menunjukkan bahwa
pada kelompok pendidikan SD/SMP, proporsi pengetahuan kurang sebesar 47,8%,
sedangkan pada kelompok Diploma/Sarjana proporsi pengetahuan baik mencapai
46,4%. Uji chi-square menunjukkan nilai p=0,016, yang menegaskan adanya
hubungan yang bermakna secara statistik antara tingkat pendidikan dan tingkat
pengetahuan tentang skrining prenatal. Kesimpulan: Tingkat pendidikan berperan
sebagai determinan penting dalam pembentukan pengetahuan wanita usia
reproduksi terkait skrining prenatal. Temuan ini mengindikasikan bahwa
intervensi edukasi kesehatan perlu difokuskan pada kelompok dengan pendidikan
rendah agar kesenjangan pengetahuan dapat dikurangi dan pemanfaatan skrining
prenatal dapat ditingkatkan secara optimal.