| dc.description.abstract |
Pendahuluan: Kombucha, minuman fermentasi berbahan dasar buah
salak, mengandung senyawa bioaktif dan mikroorganisme simbiotik yang
berpotensi menurunkan kadar glukosa darah dan meningkatkan sensitivitas
insulin. Penelitian ini bertujuan menguji pengaruh kombucha buah salak
Sidempuan (Salacca sumatrana) terhadap kadar glukosa darah tikus jantan
(Rattus norvegicus) yang diinduksi diet tinggi lemak. Metode: Desain penelitian
merupakan true experimental dengan rancangan posttest with control group.
Sebanyak 32 tikus dibagi menjadi empat kelompok: KN (normal), K– (kontrol
negatif), P1 (kombucha 2,7 ml/hari), dan P2 (kombucha 5,4 ml/hari), semua
diinduksi diet tinggi lemak selama 6 minggu. Pemberian kombucha dilakukan
pada minggu ke-5 dan ke-6. Kadar glukosa diperiksa pasca perlakuan
menggunakan spektrofotometer. Data dianalisis menggunakan uji Shapiro-Wilk,
Kruskal-Wallis, dan post hoc Bonferroni.
Hasil: Uji Kruskal-Wallis menunjukkan perbedaan signifikan antar kelompok
(p = 0,015). Rerata kadar glukosa tertinggi pada K– (245,7 mg/dl, mean rank
23,86), sedangkan P2 terendah (156,1 mg/dl, mean rank 10,13). Uji Bonferroni
memperlihatkan perbedaan signifikan antara K– dan P2 (p = 0,006), namun tidak
signifikan untuk P1 vs K– (p = 0,080). Kombucha dosis tinggi (5,4 ml/hari)
mampu menurunkan kadar glukosa mendekati kondisi normal (171,4 mg/dl).
Kesimpulan: Terdapat pengaruh pemberian minuman fermentasi kombucha buah
salak sidempuan (Salacca sumatrana) pada tikus (Rattus norvgicus) jantan yang
diinduksi diet tinggi lemak. |
en_US |