Abstract:
Latar Belakang: Rinosinusitis kronis merupakan inflamasi mukosa hidung dan
sinus paranasal yang berlangsung ≥12 minggu. Pembentukan biofilm bakteri
berperan dalam persistensi infeksi dan resistensi terapi pada rinosinusitis kronis.
Irigasi hidung menggunakan larutan saline diketahui dapat membersihkan mukosa,
memperbaiki fungsi mukosiliar, serta menurunkan kolonisasi mikroorganisme,
namun pengaruhnya terhadap pembentukan biofilm bakteri masih perlu dikaji.
Tujuan:Menganalisis pengaruh irigasi hidung terhadap pembentukan biofilm
bakteri pada pasien rinosinusitis kronis. Metode : Penelitian ini merupakan studi
analitik observasional dengan pendekatan cross-sectional. Sampel terdiri dari 48
pasien rinosinusitis kronis di RS Bhayangkara TK II Medan periode November
2025–Januari 2026. Data dikumpulkan melalui wawancara dan pemeriksaan
biofilm bakteri dari swab nasofaring menggunakan metode tabung. Analisis data
dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji Chi-Square. Hasil :
Sebagian besar responden berjenis kelamin perempuan dan berada pada kelompok
usia 25–34 tahun. Hasil pemeriksaan menunjukkan biofilm bakteri negatif pada
56,3% responden dan positif pada 43,8%. Uji Chi-Square menunjukkan pengaruh
yang bermakna antara irigasi hidung dan pembentukan biofilm bakteri (p < 0,001).
Kesimpulan : Irigasi hidung berpengaruh signifikan terhadap pembentukan
biofilm bakteri pada pasien rinosinusitis kronis dan berpotensi digunakan sebagai
terapi tambahan dalam penatalaksanaan RSK.