| dc.description.abstract |
Pendahuluan: Low back pain (LBP) merupakan salah satu masalah kesehatan
masyarakat global yang menjadi penyebab utama disabilitas. LBP bersifat
multifaktorial, dengan durasi duduk yang lama dan indeks massa tubuh (IMT)
berlebih sebagai faktor risiko yang sering dijumpai. Mahasiswa kedokteran
memiliki risiko tinggi mengalami LBP akibat aktivitas akademik yang didominasi
oleh posisi duduk dalam waktu lama serta rendahnya tingkat aktivitas fisik yang
dilakukan secara rutin. Kondisi ini dapat menurunkan aktivitas dan konsentrasi
belajar serta mengganggu proses pendidikan. Metode: penelitian ini
menggunakan metode analitik koleratif dengan desain cross-sectional. Jumlah
sampel penelitian yaitu 75 mahasiswa yang diambil dengan menggunakan Teknik
purposive sampling. Data durasi duduk menggunakan kuesioner, data IMT
didapatkan dari pengukuran secara langsung sedangkan data LBP menggunakan
Numeric Rating Scale (NRS). Analisis data menggunakan uji kolerasi rank
spearman. Hasil: analisis bivariat pada durasi duduk dan LBP tidak terdapat
hubungan dengan p-value sebesar 0,317 > alpha (0,05), sedangkan analisis
bivariat pada IMT dan LBP terdapat hubungan dengan p-value sebesar 0,046 <
alpha (0,05). Kesimpulan: terdapat hubungan yang signifikan pada peningkatan
IMT terhadap kejadian LBP sedangkan pada durasi duduk terhadap kejadian LBP
tidak terdapat hubungan. Menjaga kondisi fisik dengan mempertahankan IMT
dalam batas normal serta rutin melakukan aktivitas fisik yang memperkuat otot
punggung dapat meminimalkan risiko terjadinya LBP. |
en_US |