Abstract:
Latar Belakang: Dismenore primer merupakan keluhan ginekologis yang sering
dialami oleh para remaja dimana dapat mengganggu aktivitas akademik maupun
kualitas hidup. Riskesdas tahun 2018 dan 2019 menyatakan bahwah, dimana
prevalensi dismenore primer mencapai 54,9% di Indonesia. Beberapa faktor yang
diduga berperan dalam terjadinya dismenore primer antara lain status gizi dan
konsumsi minuman berkafein, khususnya kopi. Namun, hasil penelitian
sebelumnya masih menunjukkan temuan yang beragam sehingga diperlukan
kajian lebih lanjut. Tujuan: Untuk Menganalisis hubungan antara status gizi dan
mengonsumsi kopi dengan kejadian dismenore primer pada mahasiswi Fakultas
Kedokteran UMSU. Metode : Penelitian ini menggunakan desain analitik dengan
pendekatan cross-sectional. Subjek penelitian adalah mahasiswi Fakultas
Kedokteran Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara yang dipilih
menggunakan teknik simple random sampling. Status gizi ditentukan berdasarkan
pengukuran Indeks Massa Tubuh (IMT), konsumsi kopi diukur menggunakan
Food Frequency Questionnaire (FFQ), dan tingkat dismenore primer dinilai
menggunakan skala WaLIDD. Analisis data dilakukan secara univariat dan
bivariat menggunakan uji Korelasi Rank Spearman. Hasil: Hasil penelitian
menunjukkan mayoritas responden mengalami dismenore primer tingkat berat
sebanyak 65 responden (77.4%). Terdapat hubungan yang signifikan antara status
gizi dengan tingkat dismenore primer dengan nilai p-value 0.027 (p < 0.05) .
Sebaliknya, tidak ditemukan hubungan yang signifikan antara konsumsi kopi
dengan dismenore primer pada responden penelitian ini dengan nilai p-value
0.781. Kesimpulan: Status gizi berhubungan dengan kejadian dismenore primer
pada mahasiswi Fakultas Kedokteran UMSU, sedangkan konsumsi kopi tidak
menunjukkan hubungan yang bermakna. Temuan ini menegaskan pentingnya
pengelolaan status gizi sebagai upaya pencegahan dismenore primer.