Abstract:
Pendahuluan: Palsi serebral merupakan disabilitas motorik dominan pada anak
yang memerlukan tatalaksana jangka panjang. Pengetahuan orang tua dianggap
sebagai faktor krusial yang menentukan keberhasilan tatalaksana di rumah untuk
mencegah komplikasi lebih lanjut. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk
mengetahui hubungan antara pengetahuan orang tua dengan tatalaksana palsi
serebral di RSU Haji Medan. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian
kuantitatif analitik dengan desain cross-sectional. Sampel berjumlah 55 orang tua
yang memiliki anak dengan palsi serebral di RSU Haji Medan, diambil
menggunakan teknik total sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner
pengetahuan dan tatalaksana yang telah divalidasi, kemudian dianalisis
menggunakan uji statistik Chi-Square. Hasil: Mayoritas responden memiliki
pengetahuan yang baik (72,7%) dan penerapan tatalaksana yang baik (80,0%).
Hasil uji bivariat menunjukkan nilai p = 0,200 ( >0,05), yang berarti secara statistik
tidak terdapat hubungan yang bermakna antara pengetahuan orang tua dengan
penerapan tatalaksana palsi serebral. Kesimpulan: Tidak terdapat hubungan antara
pengetahuan orang tua dengan tatalaksana palsi serebral di RSU Haji Medan. Hal
ini menunjukkan bahwa penerapan tatalaksana yang baik pada responden diduga
lebih dipengaruhi oleh faktor lain, seperti kualitas pelayanan kesehatan dan
dukungan tenaga medis di rumah sakit, dibandingkan faktor pengetahuan individu
semata.