Abstract:
Latar Belakang: Epilepsi adalah salah satu kondisi neurologis kronis serius yang
paling umum yang mempengaruhi orang-orang dari segala usia di seluruh dunia
dengan tingkat kejadian tertinggi pada anak-anak. Di Indonesia terdapat paling
sedikit 700.000-1.400.000 kasus epilepsi dengan pertambahan sebesar 70.000
kasus baru setiap tahun. Epilepsi pada anak dapat disebabkan oleh berbagai faktor
risiko seperti riwayat kejang demam, riwayat keluarga dan kelainan struktural
otak. Tujuan: Untuk menganalisis hubungan faktor-faktor risiko kejadian epilepsi
pada anak di Rumah Sakit Umum Haji Medan. Metode: Jenis penelitian ini
adalah observasional dengan pendekatan cross-sectional, menggunakan data
sekunder periode 2023-2024 yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi dengan
jumlah sampel 51 orang. Analisis data ini menggunakan uji chi square. Apabila
tidak memenuhi syarat uji Chi-Square, maka digunakan uji Fisher’s Exact sebagai
uji alternatif. Hasil: Terdapat hubungan bermakna antara kelainan struktural otak
dengan kejadian epilepsi (p = 0,029). Namun, tidak ditemukan hubungan
bermakna antara riwayat kejang demam (p = 0,543) dan riwayat keluarga (p =
0,668) dengan epilepsi. Kesimpulan: Kelainan struktural otak berhubungan
dengan kejadian epilepsi pada anak sedangkan riwayat kejang demam dan riwayat
keluarga tidak menunjukkan hubungan bermakna