Abstract:
Pendahuluan: Diabetes melitus tipe 2 merupakan penyakit kronis dengan
peningkatan kadar glukosa darah akibat gangguan sekresi atau kerja insulin.
Kecemasan sebagai faktor psikologis dapat memengaruhi kestabilan kadar gula
darah melalui mekanisme stres yang meningkatkan hormon kortisol dan adrenalin.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara tingkat kecemasan
dengan kadar gula darah puasa pada pasien Prolanis diabetes melitus tipe 2 di Klinik
Iman. Metode: Penelitian ini menggunakan desain deskriptif analitik dengan
pendekatan cross-sectional terhadap 37 responden yang dipilih secara purposive
sampling. Tingkat kecemasan diukur menggunakan kuesioner Hamilton Anxiety
Rating Scale (HARS), sedangkan kadar gula darah puasa diukur menggunakan
glukometer setelah pasien berpuasa 8–12 jam. Analisis data dilakukan dengan uji
Spearman Rank Correlation menggunakan tingkat signifikansi α = 0,05. Hasil:
Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan yang kuat dan signifikan antara
tingkat kecemasan dengan kadar gula darah puasa (r = 0,686; p = 0,000). Korelasi
positif ini berarti semakin tinggi tingkat kecemasan, semakin tinggi kadar gula
darah puasa pasien. Hubungan bermakna juga ditemukan pada kelompok
perempuan, pralansia, lansia, dan berpendidikan menengah. Kesimpulan: Terdapat
hubungan bermakna antara tingkat kecemasan dengan kadar gula darah puasa pada
pasien Prolanis diabetes melitus tipe 2 di Klinik Iman. Aspek psikologis perlu
menjadi perhatian dalam pengelolaan diabetes untuk membantu pengendalian kadar
glukosa darah secara optimal.