Abstract:
Pendahuluan: DM Tipe 2 merupakan penyakit metabolik kronis dengan
prevalensi yang terus meningkat di Indonesia. Penatalaksanaan DM tipe 2
sangat bergantung pada kepatuhan minum obat, namun rendahnya
pengetahuan pasien sering menjadi penyebab ketidakpatuhan sehingga
meningkatkan risiko komplikasi. Media digital seperti WhatsApp Group
berpotensi menjadi sarana edukasi yang efektif, fleksibel, dan mudah
diakses. Tujuan: Untuk mengetahui efektivitas edukasi pengetahuan
kepatuhan minum obat melalui WhatsApp Group terhadap peningkatan
tingkat pengetahuan pasien DM tipe 2 di RS Muhammadiyah Medan..
Metode: Penelitian ini menggunakan desain quasi-experiment dengan One
Group Pretest–Posttest Design. Sampel sebanyak 30 pasien DM Tipe 2
dipilih dengan metode purposive sampling sesuai kriteria inklusi dan
eksklusi. Intervensi berupa edukasi kesehatan melalui video berdurasi 3–5
menit yang dibagikan melalui WhatsApp Group selama 14 hari. Tingkat
pengetahuan diukur menggunakan kuesioner Diabetes Knowledge
Questionnaire (DKQ). Analisis data menggunakan uji Paired t-test setelah
uji normalitas Shapiro–Wilk menunjukkan distribusi normal. Hasil: Rata rata skor pengetahuan pretest adalah 9,80 ± 2,15. dan meningkat menjadi
13,63 ± 1,41 pada post-test. Hasil uji Paired t-test menunjukkan perbedaan
yang signifikan antara skor sebelum dan sesudah edukasi (p < 0,001).
Mayoritas responden berpindah dari kategori pengetahuan rendah menjadi
sedang setelah intervensi edukasi hal ini menunjukkan efektif meningkatkan
pengetahuan secara signifikan. Kesimpulan: Edukasi pengetahuan
kepatuhan minum obat melalui WhatsApp Group terbukti efektif
meningkatkan pengetahuan pasien DM tipe 2. Media digital berbasis pesan
singkat ini dapat menjadi strategi edukasi kesehatan yang praktis, efisien,
dan dapat diintegrasikan ke dalam program edukasi rutin di fasilitas
pelayanan kesehatan.